Bursa saham melonjak

Ringgit dan won masing-masing melambung 2% setelah Uni Eropa dan IMF tampil show of force dengan menyingkap paket bantuan senilai hampir $1 triliun dolar untuk menghempang penjalaran krisis Yunani ke zona euro.

Pasar efek Asia reli seiring dengan kembalinya investor memburu aset berisiko yang menjanjikan yield tinggi. Ringgit melonjak hingga 3,2015, rebound tajam dari keterpurukan di tingkat terendah dalam enam pekan terakhir yang terjadi akhir pekan lalu. “Ringgit naik didorong membaiknya sentimen, yang membuat valuta Asia umumnya naik atas dolar,” kata pedagang diKuala Lumpur.

Sementara di atas chart harian, slow stochastics menunjuk pada arah penguatan jangka pendek ringgit, yang rebound dari posisi oversold terhadap dolar. Sementara kenaikan baht yang cukup tajam mengundang aksi bank sentral yang melakukan aksi beli dolar untuk menahan kenaikan tajam mata uang tersebut. Rupiah juga reli mengikuti penguatan yang melanda aset berisiko menyusul hembusan angin segar dari Eropa. Pada awal perdagangan, rupiah dibuka 9.185 per dolar AS Senin.

Investor kembali berburu rupiah yang menjanjikan imbal hasil cukup tinggi. Pada pukul 10.00, rupiah diperdagangkan 9.127. Melambungnya bursa efek lokal menjadi penopang kuat bagi rupiah. Pada tengah hari, rupiah tercatat 9.100

Sementara masalah pengganti Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan tidak menjadi tekanan berarti lagi bagi pasar.  Selama sesi sore, rupiah diperdagangkan pada kisaran 9.077-9.100. IHSG ditutup naik tajam 111,094 poin (4,06%) ke level 2.850,427. Rupiah ditutup 9.070 per dolar AS Senin, naik dari 9.185 Jumat.

Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:
Dolar Singapura : 1,3785 per dolar AS, naik dari 1,3969
Dolar Taiwan : 31,500, naik dari 31,690
Won Korea : 1.131,80, naik dari 1.155,40
Baht Thailand : 32,28, naik dari 32,31
Peso Pilipina : 44,90, naik dari 45,49
Rupee India : 44,92, turun dari 45,61
Ringgit Malaysia : 3,1980, naik dari dari 3,2720
Yuan China : 6,8265, bertahan

Di Tokio, dolar menguat atas yen setelah Uni Eropa sepakat menyiapkan dana sebesar 750 miliar euro ($957 miliar) guna mencegah menjalarnya krisis utang Yunani ke negara-negara zona euro lainnya.

Sebelumnya, ketakutan terhadap dampak krisis utang mendorong investor memburu yen yang dianggap sebagai mata uang paling aman di tengah krisis. Hal lain yang menggembirakan pasar adalah laporan tentang dibukanya swap line dolar oleh sejumlah bank sentraljika kesulitan pendanaan dolar di pasar. Dolar AS terakhir tercatat 92,66 yen, naik dari 91,56 sebelumnya. de

Indeks Nikkei ditutup 166,11 poin (1,60%) lebih tinggi menjadi 10.530,70. Di London, euro melambung, menjauh dari tingkat terendah dalam 14 pekan terakhir setelah para pengambil kebijakan menyetujui paket bantuan darurat sebesar hampir US$1 triliun dolar.

Bursa efek Eropa sontak meroket dengan besar kenaikan yang jarang terjadi. Stoxx50 membubung hingga 9,25% sementara FTSE100 menggapai kenaikan sebesar 5,20%. Selain bantuan itu, kesediaan bank sentral Eropa membeli surat utang pemerintah berhasil mengangkat sentimen.

Bank sentral di Finlandia, Jerman dan Prancis telah mengkonfirmasi bahwa bank-bank sentral zona euro telah mulai membeli surat utang pemerintah. Namun keprihatinan masih ada terkait sampai berapa lama paket bantuan tersebut dapat mendukung euro, mengingat Yunani dan sejumlah negara lain masih harus menangani masalah defisit anggaran saat prospek pertumbuhan memburuk.

Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat di catat sebagai berikut:
Yen Jepang: 93,48, naik dari 91,56
Franc Swiss: 1,0965 turun dari 1.1075
Dolar Kanada: 1,0226, melemah dari 1.0452
Sterling Inggris: 1,5023, meningkat dari 1,4800
Euro : 1,2995, membaik dari 1,2771.

HARGA EMAS

Di Comex New York, harga merosot pada pembukaan Senin. Kontrak Juni diperdagangkan pada level $1.193,20 per ounce, tergerus $17,20 dari sebelumnya. Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Senin tercatat $1.192,45, jatuh dari dari $1.207,80 sebelumnya.

Di London, kejatuhan emas hingga hampir 2% akhirnya tertahan setelah investor mulai mengkhawatirkan bahwa paket bantuan raksasa untuk 16 negara Eropa yang menggunakan euro akan menimbulkan inflasi. Logam mulia ini sempat merosot hingga $1.200 per ounce pada perdagangan pagi akibat meningkatnya risk appetite, yang melambungkan pasar saham, namun keadaan kemudian membaik.

“Harga emas selama beberapa pekan terakhir ini terangkat karena pembelian safe haven, dan setelah hal itu tidak lagi menjadi perhatian, maka kita akan melihat koreksi harga,” kata analis. Pada siang hari, harga emas tercatat $1.194,15 per ounce, turun dari $1.202.,25 penutupan sebelumnya. Harga perak tercatat $18,44 per ounce, naik 14 sen dari sebelumnya.

Di Asia, emas jatuh lebih dari setengah persen, diperdagangkan sedikit di atas $1.200 per ounce. Investor mempertimbangkan apakah rencana penyelamatan $1 triliun akan mampu melindungi sejumlah negara zona euro dari kebangkrutan . Spot di Jepang tercatat $1.200,50 per ounce, turun $7,25 dari penutupan sebelumnya.

Paket bantuan terbaru tersebut mendorong pelemahan dolar atas euro, namun tidak cukup untuk menenangkan investor. “Bursa saham melonjak-lonjak di Asia menyambut kabar terbaru dari Eropa, namun pasar emas masih mencerna perkembangan tersebut,” kata Jonathan Barratt dari Commodity Broking Services di Sidney.

Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2010 untuk sesi sore tercatat 3.583,00 yen per gram, naik 13 yen dari sebelumnya. Di Hong Kong, harga emas ditutup $1.187,50 per ounce Senin, turun dari $1.201,50 Jumat